WELCOME TO MY BLOG !!!

Sabtu, 16 Februari 2013

Cerita Pendek ( Cerpen )


LIMA SAHABAT DAN HUTAN GUNDUL
Pagi yang cerah seperti biasa aku dan adik ku mengerjakan pekerjaan rutin kami membereskan kamar. Aku dan adik ku tidur dalam satu kamar. Kami tidak sekolah karena hari libur menjelah Natal dan Tahun Baru. Adik ku Budi memiliki hobi yang sangat unik dari dia SMP, ia sangat senang membudidayakan tanaman hias padahal usianya baru 16 tahun. Diusianya yang baru mengijak 16 tahun dia memiliki pulah pot tanaman hias dari beberapa jenis.
          Saat asik dengan hobiku mencangkok pohon buah, adik ku menyapa ku dan bertanya tentang bunga raksasa yang dia tonton di TV. Aku dan Budi berencana mencari bunga itu dan melihat langsung bentuk bunga raksasa itu. Ternyata bunga itu berada tak jauh dari rumahnya.karena sesuai berita yang di tonton di TV terletak di gunung tepat di belakang rumah. Aku dan Budi tak lupa mengajak ke tiga sahabatku.

          Petualangan dimulai, untuk berpetualang ke gunung mencari dan melihat langsung bunga raksasa yang indah itu. dengan semangat tinggi kami berangkat, kami tak memikirkan rintangan yang kami hadapi. Baru setengah perjalanan kami terkejut melihat pohon-pohon yang ada di depan kami habis gundul di tebangi oleh orang yang tak bertanggung jawab. Aku yang sangat menyukai tumbuhan sangat sedih dan marah melihat hutan yang indah ini gundul oleh orang yang tak bertanggung jawab. Karena tak ingin tinggal diam Rian memiliki ide yang bagus “ teman teman bagaimana kalau kita kerjain mereka?”  celetuk Rian yang mulai kesal dengan kelakuan 2 penebang liar.
          “Tapi…. Bagaimana caranya? mereka membawa senjata tajam dan tubuh mereka besar…” bisik Budi. Rian memang pintar dalam hal teknologi, dengan memanfaatkan alat dan barang yang ada di tasnya, dia membuat sirine polisi. Karena penebang liar pikir itu polisi sungguhan mereka lari ketakutan. Mereka membawa lari alat dan mobil mereka. Aku dan teman teman hanya bersorak gembira.
          Perjalanan di lanjutkan awalnya kami tak menemukan halangan dalam perjalanan. Tapi di jalan kami bertemu dengan seekor Monyet yang terjerat di tali pemburu. Saat berusaha melepaskan tali dari monyet malang itu. “asem…monyet kurang ajar,, dilepas malah nyokot…huhh,, asem tenan” serentak aku dan teman teman yang lain tertawa.
          Kami pun membuka tenda dan makan malam dengan bekal yang kami bawa. Paginya kami melanjutkan perjalanan lagi. Sungguh menakjubkan aku melihat bunga yang sangat besar, membuat aku sedikit tidak percaya Budi adikku yang sangat menyukai bunga hias sangat senang dan langsung berfoto-foto. “Sayang ya kak, bunga ini tidak bisa kita ambil karena dilindungi.” Dengan sedikit kecewa adikku mengatakan itu.
          Pagi mereka sampai di rumah dengan selamat. Esok harinya kami berkumpul kembali di rumah Ardi karena semalam aku dan teman-teman yang lain mendapat pesan singkat dari Ardi agar berkumpul di rumahnya. “Teman-teman aku ada ide untuk menanami lahan gundul yang kita lihat tempo hari di hutan.” Temanku Ardi memang jenius dalam segala hal, dia sanggup membuat pupuk campuran yang bisa membuat bibit pohon cepat tinggi dan besar. Ardi pun meminta aku dan Bagus untuk membeli beberapa bibit yang akan mereka tanam dilahan gundul ditengah hutan. Uang yang kami gunakan adalah uang hasil tabungan kami. Sedangkan Ardi yang membeli campuran pupuk yang akan digunakan untuk memupuk pohon yang akan kami tanam.
          Dua hari telah berlalu kami membeli bibit pohon 150 batang dan bahan-bahan untuk pupuk campuran kurang lebih 80 kg. sedikit demi sedikit bibit dan pupuk kami bawa ke hutan. Aku dan adikku yang membawa bibit kehutan, Ardi yang membawa pupuknya sedangkan Rian dan Bagus membuat lubang yang akan ditanami pohon. Karena banyaknya pohon yang akan kami tanam dua hari kemudian baru akan kami tanam bibit pohonnya.
          Diam-diam ada yang memperhatikan kami saat kami sedang sibuk dengan tugas kami masing-masing ternyata tak jauh dari hutan gundul itu teman kami Bani dan Rifky ternyata sedang menanam semangka. Ternyata mereka mereka memiliki niat buruk mereka ingin mencuri pupuk racilan Ardi yang kami tinggalkan di bawah pohon. “Ni, ayo kita ambil pupuk mereka, lumayan buat mupuk semangka kita”. Bisik  Bani kepada Rifky “ ia, Ni pupuk lagi mahal, hehehehehe”. Akhirnya pupuk kami dicuri dan dibawa ke rumah kami.
          Esok harinya, aku dan teman-temanku kembali ke hutan untuk menanam pohon yang kami beli kemarin. Betapa terkejutnya pupuk-pupuk racikan Ardi hilang tak berbekas sama sekali. Ardi terlihat marah dan kesal. Akhirnya kami menunda penanaman pohon sambil mencari tahu siapa yang mencuri pupuk dan mengumpulkan uang lagi untuk membeli pupuk.
          Ditempat lain ternyata Bani dan Rifky sedang asik menyirami kebun semangka mereka dengan pupuk yang mereka curi. Tetapi sial yang mereka dapat mereka tak tahu bahwa pupuk itu bukan untuk tanaman buah dua hari kemudian pohon semangka mereka layu, menguning dan rusak. Akhirnya mereka tidak bisa membuat pohon-pohon semangka itu subur kembali karena bahan kimia yang terkandung sangat keras, akhirnya mereka pun rugi.
          Kabar tentang kebun Bani dan Rifky rusak terdengar oleh kami, karena penasaran kami datang ke pondokan Bani dan Rifky, benar saja mereka yang mencuri pupuk kami karena Bagus melihat sisa dari pupuk yang Ardi buat waktu itu. Bani dan Rifky mengaku bersalah dan bersedia mengganti uang pupuk yang mereka curi. Esok harinya setelah uang diganti dan Ardi kembali membuat racikan pupuk yang sama, mereka kembali ke hutan yang gundul untuk menanami pohon. Karena kecintaan kami terhadap hutan dan tumbuhan kami menanami kembali hutan yang gundul. Setelah selesai kami tidak begitu saja melupakan pohon-pohon yang kami tanam setiap 6 bulan sekali kami datang untuk memberi pupuk pohon yang kami tanam. Awalnya aku dan teman-teman kesusahan mencari uang untuk membeli pupuk karena pada saat itu kami masih kuliah sehingga kami menyisihkan uang untuk perawatan pohon di hutan tapi sekarang tidak karena aku sekarang sudah bekerja di Laboratorium Perusahaan Pertanian, Rian dan Bagus bekerja di Departemen Pertanian, Ardi bekerja menjadi dosen di Universitas Farmasi yang terkenal di Indonesia, adikku Budi masih kuliah dan berbisnis tanaman hias.
          Karena pupuk yang kami gunakan pupuk unggulan pohon-pohon yang kami tanam bisa tumbuh besar dalam waktu singkat. Karena kepedulian kami ini terhadap lingkungan kami dapat penghargaan dari Pemerintah Pusat karena kami sebagai anak muda yang peduli terhadap lingkungan dan pelestarian lingkungan. Yang lebih membuat kami terkejut kami menjadi inspirasi untuk masyarakat dunia khususnya dalam hal kepedlian terhadap lingkungan dan perbaikan dunia.


          Sekarang karena perubahaan kecil yang aku dan teman-teman lakukan sedikit demi sedikit kerusakaan bumi dan OZON menjadi stabil kembali dan bumi pun kembali tersenyum karena bagian dari mereka kembali pulih


Amanat:
          Dalam melakukan perubahaan semua tidak harus berawal dari hal yang besar, namun dimulai dari kemauan, usaha dan persahabatan. Kita bisa merubah dunia menjadi lebih baik.

Writted By : Hendrik Julian

NB : CopyPaste ( COPAS ) Boleh Asal Izin Di Kotak Komentar ^_^
                                  NarutoVsSasuke 1 Koleksi Gambar Animasi Bergerak Naruto GIF Lengkap

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

9px;margin:0pt